Desa Nangkasawit Salurkan BLT-DD Tahap I 2026: Prioritas Kemanusiaan di Tengah Penyesuaian Anggaran
NANGKASAWIT – Pemerintah Desa Nangkasawit merealisasikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk periode bulan ke-1, 2, dan 3 (Januari-Maret) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Pendopo Balai Desa Nangkasawit pada Kamis, 12 Maret 2026.
Penyaluran ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Nangkasawit dalam menjaga kesejahteraan warga, meskipun tahun ini terdapat penyesuaian alokasi anggaran yang cukup signifikan.
Kebijakan Anggaran dan Fokus Pembangunan
Dalam sambutannya, Kepala Desa Nangkasawit menjelaskan dinamika anggaran desa tahun ini. Beliau mengungkapkan bahwa pagu Dana Desa Nangkasawit tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp312.309.000. Anggaran ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya pengalihan fokus pada program prioritas nasional dan desa, yaitu pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Memang benar, anggaran kita terkoreksi karena ada pemotongan untuk mendukung kemandirian ekonomi desa melalui KDMP. Namun, kami di Pemerintah Desa sepakat bahwa bantuan untuk warga paling rentan tidak boleh dihilangkan," tegas Kepala Desa.
Menyasar Warga "Non-Bansos"
Kepala Desa menambahkan bahwa BLT-DD tahun ini difokuskan secara spesifik untuk mengisi celah bantuan pemerintah pusat yang belum menjangkau semua warga membutuhkan. Sasaran utama bantuan ini adalah:
-
Warga lanjut usia (lansia) tunggal.
-
Masyarakat yang mengidap penyakit kronis atau menahun.
-
Keluarga kurang mampu yang tidak terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
"Kami tidak ingin ada warga sakit kronis atau lansia yang terabaikan hanya karena mereka tidak masuk dalam data PKH atau BPNT pusat. Melalui Dana Desa sebesar 312 juta sekian ini, kami menyisihkan porsi untuk meng-cover saudara-saudara kita tersebut," lanjut Beliau.
Harapan bagi Penerima
Penyaluran untuk tiga bulan sekaligus ini diharapkan dapat menjadi penyambung nafas ekonomi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pemerintah Desa berpesan agar bantuan ini digunakan secara efisien untuk pemenuhan gizi dan biaya pengobatan bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.
Kegiatan penyaluran berjalan lancar dengan pendampingan dari BPD, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, serta ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran pembangunan Koperasi Desa Merah Putih agar kedepannya mampu memberikan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang lebih besar bagi Nangkasawit.
Kirim Komentar